Jumat, 08 Agustus 2014

Pemicu Kemandulan Pada Wanita

Pemicu Kemandulan Pada Wanita

Pemicu Kemandulan Pada Wanita


Pasangan yang tidak mengalami gangguan kesuburan biasanya akan lebih cepat mendapatkan keturunan. Tapi kalau hal itu belum terjadi mungkin ada permasalahan khusus yang belum diketahui. Sangat disarankan untuk suami dan istri menjalani pemeriksaan. Dikarenakan faktor penyebabnya bisa terjadi pada kedua belah pihak. 

Sekitar sepertiga kasus kemandulan, permasalahan biasanya ditemui di bagian saluran reproduksi wanita. Bisa karena tuba faloppi yang mengalami kerusakan dan sebagainya. Pemicu kelainan ini terkadang sulit diketahui, bisa karena berbagai gangguan. Apa saja pemicu kemandulan pada kaum wanita berdasarkan buku karangan Steve Parker “The Human Body Book”?

1.       Kerusakan pada tuba faloppi

Kerusakan pada bagian ini memicu jaringan parut dan berubahnya bentuk yang bisa menghilangkan pergerakan telur. Tuba faloppi bisa tersumbat oleh karena endometriosis yakni terdapat potongan lapisan uterus yang melekat di jaringan tuba, penyakit inflamasi pelvis atau PID yang biasanya dicetus oleh infeksi menular seksual semisal klamidia dan penggunaan kontrasepsi spiral atau IUD yang bisa meningkatkan resiko PID.

2.       Endometriosis
Pecahan endrometrium yang menyangkut di tuba ini bisa berdampak pada sumbatan dan perubahan bentuk, serta menjadikan tuba faloppi tidak bisa dilewati telur.

3.       Kelainan pada uterus
Meskipun kasus kelainan pada struktur uterus terbilang jarang dijumpai, tapi kondisi ini sangat berpotensi memicu permasalahan kesuburan. Uterus dapat berkembang dengan buruk di tingkatan janin dan berdampak pada bentukan yang salah atau aneh. Beragam tumor jinak atau mioma dan tumor besar di dinding otot uterus bisa mengurangi luas ruangan di dalam organ itu. Selain itu bisa mencetus berubahnya bentuk uterus. Menjalani bedah uterus atau mengidap penyakit radang uterus bisa berpengaruh pada struktur uterus yang bisa jadi memicu permasalahan kehamilan.

4.       Mioma
Pertumbuhan  tumor besar dan jinak bisa mendorong dinding uterus ke bagian dalam. Sehingga bisa mengurangi ukuran rongga di dalam uterus dan terjadi perubahan bentuk organ.

5.       Gangguan pada serviks
Leher rahim atau serviks bisa memproduksi lendir yang kental sebelum ovulasi. Ketika peningkatan kadar estrogen terjadi, lendir mengalami perubahan tekstur menjadi kurang kental. Sehingga mempermudah sperma untuk bisa masuk.  Apabila kadar estrogen rendah atau adanya infeksi di saluran reproduksi, lendir bisa tetap kental dan tidak bisa ditembus oleh sperma.

6.       Antibodi terhadap sperma
Sebagian kaum wanita dengan pemicu yang kurang jelas terjadi pembentukan antibodi terhadap sperma suaminya. Ketika sperma berenang mulai dari vagina sampai ke serviks, antibodi justru menyerang dan membunuh sperma. Oleh karenanya usaha untuk pembuahan itu terhalangi.

7.       Gangguan ovulasi
Perubahan yang dialami pada tahapan ini sangat beresiko memicu gangguan kesuburan. Permasalahan utama biasanya karena tidak terjadi pelepasan telur hingga pelepasan telur terjadi dengan tidak teratur.

Agar keluhan tersebut bisa segera diatasi dengan baik, maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Salah satu pilihan tepat untuk mewujudkan keinginan cepat hamil adalah dengan mengikuti berbagai panduan yang dirancang khusus oleh dr. Rosdiana Ramli, SpOg. Tidak hanya itu Anda mendapatkan berkonsultasi secara intensif. Sehingga semua penghambat Anda untuk hamil bisa tertangani dengan baik. Panduan tersebut juga mendapatkan rekomendasi dari dr. Boyke Dian Nugraha, SpOg, MARS, sehingga keinginan untuk segera memiliki momongan bisa cepat terwujud.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar