![]() |
Pemicu Kemandulan Pada Wanita |
Pasangan
yang tidak mengalami gangguan kesuburan biasanya akan lebih cepat mendapatkan
keturunan. Tapi kalau hal itu belum terjadi mungkin ada permasalahan khusus
yang belum diketahui. Sangat disarankan untuk suami dan istri menjalani
pemeriksaan. Dikarenakan faktor penyebabnya bisa terjadi pada kedua belah
pihak.
Sekitar sepertiga kasus kemandulan, permasalahan biasanya ditemui di
bagian saluran reproduksi wanita. Bisa karena tuba faloppi yang mengalami
kerusakan dan sebagainya. Pemicu kelainan ini terkadang sulit diketahui, bisa
karena berbagai gangguan. Apa saja pemicu kemandulan pada kaum wanita
berdasarkan buku karangan Steve Parker “The Human Body Book”?
1. Kerusakan
pada tuba faloppi
Kerusakan
pada bagian ini memicu jaringan parut dan berubahnya bentuk yang bisa
menghilangkan pergerakan telur. Tuba faloppi bisa tersumbat oleh karena
endometriosis yakni terdapat potongan lapisan uterus yang melekat di jaringan
tuba, penyakit inflamasi pelvis atau PID yang biasanya dicetus oleh infeksi
menular seksual semisal klamidia dan penggunaan kontrasepsi spiral atau IUD
yang bisa meningkatkan resiko PID.
2. Endometriosis
Pecahan
endrometrium yang menyangkut di tuba ini bisa berdampak pada sumbatan dan
perubahan bentuk, serta menjadikan tuba faloppi tidak bisa dilewati telur.
3. Kelainan
pada uterus
Meskipun
kasus kelainan pada struktur uterus terbilang jarang dijumpai, tapi kondisi ini
sangat berpotensi memicu permasalahan kesuburan. Uterus dapat berkembang dengan
buruk di tingkatan janin dan berdampak pada bentukan yang salah atau aneh.
Beragam tumor jinak atau mioma dan tumor besar di dinding otot uterus bisa
mengurangi luas ruangan di dalam organ itu. Selain itu bisa mencetus berubahnya
bentuk uterus. Menjalani bedah uterus atau mengidap penyakit radang uterus bisa
berpengaruh pada struktur uterus yang bisa jadi memicu permasalahan kehamilan.
4. Mioma
Pertumbuhan
tumor besar dan jinak bisa mendorong
dinding uterus ke bagian dalam. Sehingga bisa mengurangi ukuran rongga di dalam
uterus dan terjadi perubahan bentuk organ.
5. Gangguan
pada serviks
Leher
rahim atau serviks bisa memproduksi lendir yang kental sebelum ovulasi. Ketika
peningkatan kadar estrogen terjadi, lendir mengalami perubahan tekstur menjadi
kurang kental. Sehingga mempermudah sperma untuk bisa masuk. Apabila kadar estrogen rendah atau adanya
infeksi di saluran reproduksi, lendir bisa tetap kental dan tidak bisa ditembus
oleh sperma.
6. Antibodi
terhadap sperma
Sebagian
kaum wanita dengan pemicu yang kurang jelas terjadi pembentukan antibodi
terhadap sperma suaminya. Ketika sperma berenang mulai dari vagina sampai ke
serviks, antibodi justru menyerang dan membunuh sperma. Oleh karenanya usaha
untuk pembuahan itu terhalangi.
7. Gangguan ovulasi
Perubahan
yang dialami pada tahapan ini sangat beresiko memicu gangguan kesuburan.
Permasalahan utama biasanya karena tidak terjadi pelepasan telur hingga
pelepasan telur terjadi dengan tidak teratur.
Agar keluhan tersebut bisa segera diatasi dengan baik,
maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Salah satu pilihan tepat
untuk mewujudkan keinginan cepat hamil adalah dengan mengikuti berbagai panduan
yang dirancang khusus oleh dr. Rosdiana Ramli, SpOg. Tidak hanya itu Anda
mendapatkan berkonsultasi secara intensif. Sehingga semua penghambat Anda untuk
hamil bisa tertangani dengan baik. Panduan tersebut juga mendapatkan
rekomendasi dari dr. Boyke Dian Nugraha, SpOg, MARS, sehingga keinginan untuk
segera memiliki momongan bisa cepat terwujud.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar